JOURNEY

Update: 18.500 kata

2 hari ini, aku cukup padat. Bukannya ingin berlagak, toh sibuk itu relatif. Untuk pertama kalinya, aku memaksa diri untuk menulis di tengah malam buta. Mata mengantuk itu pasti, tapi tetap kupaksakan. Sebelumnya, seperti halnya penulis musimam, aku nulis kalo lagi pengen aja, atau kalo lagi mood aja, enakan main game ga si.

Nah, plot yang telah kupetakan sebelumnya akhirnya berguna. Di saat writer’s block menyerang, setidaknya ada acuan untuk menulis. Aku paham kok, terlalu terpatok pada plot juga ga baik menurutku. Kita justru mengungkung karakter yang mulai membentuk kepribadian sepanjang cerita berlangsung. Menurutku, plot haruslah fleksibel dalam mengakomodasi kebutuhan karakter.

Sayangnya tidak banyak yang bisa kutulis 2 hari ini. Aku cuma menulis kurang lebih 1.000 kata, itu artinya rata-rata aku menulis 500 kata perhari. 

Total keseluruhan sekarang adalah 18.500/35.000 target kata. PR berikutnya adalah memastikan jadwal tetap on track, aku akan berusaha meningkatkannya menjadi 1000 kata besok. 

Akan kututup dengan kesimpulan, “jangan jadikan kebiasaan yang ingin kita bentuk menjadi sulit.” Sebelumnya, aku selalu nulis dengan hati-hati, harus langsung rapih, tapi justru hal itulah yang meghalangi kebiasaan terbentuk. Karena aku langsung mengasosiasikan menulis dengan hal yang memusingkan dan lama. Tidak hanya itu, menulis lambat juga bisa mengurangi appetite kita terhadap alurnya. Sebaliknya, ketika vertical creative process kuterapkan, kegiatan menulis berubah menjadi proses merangkai cerita yang “cukup” menagih. Haha, keknya cringe.

Udah ya, 

~thank you~

topik
laen.