JOURNAL
Manusia & Rasa Haus
- Rendy Setiawan
- March 23, 2023
- 12:21 pm
Aku selalu mempertanyakan kenapa manusia selalu haus. Wajarnya, kita selalu minum air untuk meredakan haus itu. Tetapi bagaimana jika rasa itu malah bertahan disertai dengan bibir dan tenggorokan yang kering. Naluri kita mungkin mengatakan untuk meminta lebih, tetapi hal itu hanya berujung pada perut yang kembung dan berbagai macam rasa yang lain. Penjelasan bodohku tentang haus adalah: Cara tubuh memberikan sinyal bahwa kita kekurangan cairan.
Aku selalu berandai mengenai kebetulan-kebetulan yang terjadi antara satu hal dengan lainnya. Dopamin yang dikeluarkan otak ketika seorang manusia menginginkan sesuatu memberikan manusia kuasa untuk terus hidup dan termotivasi. Mereka mungkin akan melahap apa pun itu demi ledakan dopamin yang membuat kita bahagia. Namun sayangnya, hormon itu tentu saja tidak bisa diproduksi secara terus-menerus. Manusia terus mencari tujuan baru, motivasi baru untuk kebahagiaan yang mereka tahu hanya sementara. Penjelasan bodohku yang kedua adalah: Kita haus akan kebahagiaan sesaat.
Tidak selamanya hal itu buruk, benar kan? Tanpa motivasi, Galileo Galilei mungkin tidak akan pernah menemukan teleskop di tahun 1609. Yahh, begitulah manusia…
topik
laen.